Jumat, 20 Juli 2007

SEJARAH WALI SONGO

To: debate_religious@yahoogroups.com
From: "feifei_fairy" <feifei_fairy@yahoo.com.sg>
Date: Tue, 17 Jul 2007 05:16:38 -0000
Subject: `debate_religious` Sejarah Wali Songo

Sejarah Wali Songo
Oleh Swatantre (Faithfreedom)
http://www.wihara. com/forum/ showpost. php?p=11588&postcount=43
sumber sitijenar : http://jawapalace. org/sitijenar. html ,
dari buku serat Dharmogandhul saya mendapatkan:
... pada waktu Siti Jenar dihukum mati darahnya berwarna putih dan berbau harum. terdengar musik dari angkasa .. namun atas kelicikan walisongo, mayat Siti Jenar diganti dengan mayat anjing kemudian dipertontonkan di depan umum...
Aliran Siti Jenar inilah yang kemudian berkembang menjadi aliran kejawen di Jawa...

------------ --------- ------- with thanks to wachdiejr :
SEJARAH WALISONGO
http://www.jawapala ce.org/walisanga 2.htm

Menengok konflik Masa Lalu Biasanya, konflik yang terjadi di kalangan ulama -terutama ulama jaman dahulu, lebih banyak diakibatkan karena persoalan (rebutan pengaruh) politik. Tidak hanya terjadi pada era kiai-ulama masa kini, tapi sejak jaman Wali Songo-pun, konflik seperti itu pernah terjadi.
Bahkan, sejarah Islam telah mencatat bahwa jenazah Muhammad Rasulullah SAW baru dimakamkan tiga hari setelah wafatnya, dikarenakan para sahabat justru sibuk rebutan soal posisi khalifah pengganti Nabi (Tarikh Ibnu Ishak, ta'liq Muhammad Hamidi).
Di era Wali Songo -kelompok ulama yang "diklaim" oleh NU sebagai nenek-moyangnya dalam perihal berdakwah dan ajarannya, sejarah telah mencatat pula terjadinya konflik yang "fenomenal" antara Wali Songo (yang mementingkan syari'at) dengan kelompok Syekh Siti Jenar (yang mengutamakan hakekat).
Konflik itu berakhir dengan fatwa hukuman mati bagi Syekh Siti Jenar dan pengikutnya. Sejarah juga mencatat bahwa dalam persoalan politik, Wali Songo yang oleh masyarakat dikenal sebagai kelompok ulama penyebar agama Islam di Nusantara yang cukup solid dalam berdakwah itu, Ternyata juga bisa terpolarisasi ke dalam tiga kutub politik; Giri Kedaton (Sunan Giri, di Gresik), Sunan Kalijaga (Adilangu, Demak) dan Sunan Kudus (Kudus).
Kutub-kutub politik itu memiliki pertimbangan dan alasan sendiri-sendiri yang berbeda, dan sangat sulit untuk dicarikan titik temunya; dalam sidang para wali sekalipun. Terutama perseteruan dari dua nama yang terakhir, itu sangat menarik. Karena pertikaian kedua wali tersebut dengan begitu gamblangnya sempat tercatat dalam literatur sejarah klasik Jawa, seperti: "Babad Demak", "Babad Tanah Djawi", "Serat Kandha", dan "Babad Meinsma".
Lagi-lagi, konflik itu diakibatkan karena persoalan politik. Perseteruan yang terjadi antara para wali itu bisa terjadi, bermula setelah Sultan Trenggono (raja ke-2 Demak) wafat. Giri Kedaton yang beraliran "Islam mutihan" (lebih mengutamakan tauhid) mendukung Sunan Prawata dengan pertimbangan ke-'alimannya. Sementara Sunan Kudus mendukung Aryo Penangsang karena dia merupakan pewaris sah (putra tertua) dari Pangeran Sekar Seda Lepen (kakak Trenggono) yang telah dibunuh oleh Prawata (anak Trenggono). Sedangkan Sunan Kalijaga (aliran tasawuf, abangan) mendukung Joko Tingkir (Hadiwijaya) , dengan pertimbangan ia akan mampu memunculkan sebuah kerajaan kebangsaan nusantara yang akomodatif terhadap budaya.
Sejarah juga mencatat, konflik para wali itu "lebih seru" bila dibandingkan dengan konflik ulama sekarang, karena pertikaian mereka sangat syarat dengan intrik politik yang kotor, seperti menjurus pada pembunuhan terhadap lawan politik. Penyebabnya tidak semata karena persoalan politik saja, tapi di sana juga ada hal-hal lain seperti: pergesekan pengaruh ideologi, hegemoni aliran oleh para wali, pengkhianatan murid terhadap guru, dendam guru terhadap murid, dan sebagainya.
*catatan wachdie.. bagaimana bangsa indonesia tidak dijajah? jika kita melihat cerita para negarawan islamnya sendiri pada rakus kekuasaan!!! !

------------ --------- --------- ------- with thanks to moe:
http://www.indonesi a.faithfreedom. org/forum/ viewtopic. php?t=2735 MISSING LINK : ARAB - MUHAMMAD & JAWA - WALISONGO May 19, 2006
Dalam rangka untuk mencapai tujuannya, salah satu usaha yg dilakukan oleh Muhamad adalah : mengadopsi tokoh2 , kisah dan firman Tuhan yang ada pada Kaum Yahudi dan Nasrani (Ahlul Kitab) yang ada di tanah Arab saat itu.
Tokoh, kisah dan firman tadi kemudian dipermak menurut kepentingan Muhamad menjadi produk baru bernama Quran & Islam. Selanjutnya produk baru ini dijual kembali kepada Kaum Yahudi dan Nasrani. Yang tahu ttg produk ini tentu saja menolak. Yang tidak tahu pasti menerima (meskipun menerima dg bayaran nyawa).
Bagi kaum Yahudi dan Nasrani yang menolak, Muhamad menyebut mereka sebagai orang kafir, penghuni neraka.
Sekarang mari kita lihat sejarah perkembangan Islam di Jawa.
Walisongo (Sunan Kalijogo), mengadopsi cerita wayang yg sudah menjadi budaya Jawa dengan latar belakang Hindu India (Mahabarata) . Baik tokoh, cerita dan 'firman' dalam cerita pewayangan tadi diubah (baca: dibelokkan) oleh walisongo, dipermak menjadi produk baru dan lagi2 produk ini dijual kepada orang2 Hindu Jawa. Bagi yang tahu, mending kabur kayak leluhurnya dahulu yg pada kabur ke Pulau Bali. Lagi2, bagi orang Jawa yg memiliki cerita pewayangan asli yg tidak percaya dg cerita wayang versi Walisongo disebut : Kapir, calon penghuni neraka.

Berikut link dalam bahasa Jawa :
http://www.suaramer deka.com/ cybernews/ kejawen/blencong /blencong- kejawe n09.html
Terjemahannya Kurang lebih begini :
Menyambut Hari Raya Idul Fitri ini, ada suatu cerita dalam pewayangan yang perlu diperhatikan.
Walisanga dalam mengemban tugas luhur dalam rangka mengIslamkan tanah Jawa, mengetahui bahwa wayang bisa menjadi sarana siar Islam yang sangat efektif. Dalam bukunya, Poerbosoebroto yang berjudul Wayang lambang Ajaran Islam, banyak sekali hal2 yang berkaitan dengan maksud Walisanga tadi.
Oleh walisanga, wayang diubah menjadi media dakwah Islam. Akidah Islam disiarkan melalui mitologi Hindu. Hal2 yang berkaitan dengan Dewa (Hyang, Sang Hyang) yang menjadi sesembahan masyarakat waktu itu dikait-kaitkan dengan cerita nabi. Mitologi Hindu berpegang pada dewa sebagai sesembahannya. Karena itu, walisanga memadukan cerita silsilah wayang dengan nabi2.
Cerita silsilah wayang digarap dan diurutkan ke atas sampai pada nabi Adam. Metode dakwah Walisanga lewat mitologi Hindu, sangat tepat dengan kontek budaya masyarakat Jawa waktu itu (abad 15) yang memeluk agama Hindu.
Untuk menyiarkan akidah Islam, Walisanga memilih cara atau metode, yang menurut Drs Ridin Sofyan cs dalam buku Islamisasi Jawa disebut 'de-dewanisasi' cerita (lebih tepatnya de-sakralisasi dewa/tuhan hindu kali ya .red). Cerita yang berhubungan dengan dewa2 diubah supaya akidah Islam bisa masuk hati sanubari masyarakat waktu itu.
Rukun Islam juga menjadi pilihan siar dan dakwah Islam. Kalimasada (kalimat sahadat) sebagai ajaran (tauhid) islam masuk dalam cerita pewayangan. Puntadewa yang juga mempunyai nama Dharmakusuma yang juga Yudhistira menjadi wayang pilihan yang memegang surat atau Jamus Kalimasada.
Prof Poerbatjaraka menerangkan bahwa Kalimasada berasal dari kata kali+maha+usada yang berarti 'suatu hal yang mempunyai nilai agung untuk sepanjang jaman'. Dalam dunia pewayangan, Kalimasada adalah jimat atau senjata pusakanya Prabu Puntadewa, raja Amarta. Dalam perang Barathayudha, Salya (dari kerajaan Kurawa) harus bertarung melawan Puntadewa. Salya mempunyai senjata pusaka Aji Candrabirawa yang dahsyat, namun dikalahkan oleh Puntadewa. Jamus Kalimasada mampu mengakhiri kekuatan Salya.
Dalam pedahlangan diceritakan bahwa Puntadewa adalah putra dari Dewi (dalam hal ini manusia) Kunthi dengan Bethara (Dewa ya dewa, bukan manusia) Darma melalui mantra Adityarhedaya. Dewa Darma di Kahyangan (Surga) adalah dewa kebenaran dan keadilan. Alkisah Prabu Pandhu saat itu ingin memiliki seorang putra yang dapat bertindak adil dan benar. Dalam pewayangan, Puntadewa memiliki watak/sifat yang halus,penurut, bersahaja, rela,iklas,sabar, menerima.Puntadewa menjadi tokoh wayang yang memiliki darah berwarna putih.Menjadi lambang wayang yang berhati bersih dan suci.Maka sangat tepat sekali bila Puntadewa dipilih sebagai tokoh yang memiliki Jamus Kalimasada. Masih berkaitan dangan hal Kalimasada atau kalimat sahadat, di tanah Demak ada cerita tutur tinular (cerita turun temurun kali ya, cerita dari kakek nenek). Waktu itu Sunan Kalijaga (salah satu tokoh walisanga) bertemu dengan seorang yang sudah tua pikun.Orang tadi mengaku bernama Darmakusuma, yang sudah lama sekali berkelana kemana mana. Pada akhirnya dia mengeluh kepada Sunan Kalijaga supaya diberitahu jalan mati (makssudnya: sudah tua pikun, pengin segera mati kog ya ndak mati2).Sunan Kalijaga memberi petunjuk untuk membaca Kalimasada atau kalimat sahadat.
Diceritakan bahwa setelah Darmakusuma membaca kalimasada, dia langsung meninggal. Mayatnya diurus dan dikuburkan dibelakang Masjid Demak. Ternyata kalimat sahadat dalam dunia pewayangan diletakkan oleh walisanga dalam penggarapan cerita wayang secara indah dan unik. Dalam bulan puasa yang penuh berkah dari Allah swt ini, watak dan sifat Puntadewa tadi dapatlah menjadi cermin atau teladan yang dapat diterapkan dalam dunia keluarga.
Sutadi, Ketua Pepadi jawa Tengah Moe, translator
------------ --------- --- Note: 1. Sesungguhnya saya bersaksi, bentuk kalimasada sesungguhnya adalah senjata tajam (saya lupa kalo ndak cakra/pedang) - coba search aja. Memang kata ini mirip sekali dg kalimat sahada. Inilah kepandaian mereka dalam membelokkan sesuatu. 2. seingat saya dalam cerita buku yang saya baca dulu :dewa darma mengintip dewi kunthi itu saat mandi di danau, menjadi birahi dan orgasme. Air maninya jatuh ke dauh tempat dewi kunthi yang membuatnya hamil.
http://www.mail- archive.com/ ateis@yahoogroup s.com/msg03689. html
Kegeraman seorang Indonesia akan rusaknya budayanya sendiri karena Islam.
Arab/Islam sumber kerusakan bangsa Kaji Dullah Sat, 16 Dec 2006 12:26:39 -0800
Dalam refleksi kosong, kadang-kadang saya jadi geram ketika mengingat sejarah tentang penyebaran virus Islam ke Indonesia.
Para penjahat itu adalah Wali Songo dan mereka-mereka yg membuka jalan bagi masuknya virus Arab ke nusantara. Dulu, pada abad ke-8 saja leluhur kita sudah berteknologi tinggi dan mampu membangun Borobudur (salah satu bukti peradaban paling maju pada zaman itu).
Abad ke-13 Gajah Mada menjelajahi dan menyatukan sebagian besar kawasan Asia Tenggara, dan sebagai bangsa kita mencapai masa keemasan.
Abad berikutnya, mulai para pembawa virus Arab (bukan orang Arab) datang (yakni antara abad 14-15) yang akhirnya pelan-pelan menggerogoti kerajaan Majapahit dan hancur tinggal puing-puing. Dari kerajaan adi-kuasa di Asia Tenggara dengan bangunan2 megahnya (pura, candi-candi) , menjadi kerajaan tengu di Yogja & Solo yg istananya aja cuma dari kayu dan udah mau roboh ditiup angin.
Coba kalau Islam tidak masuk ke Indonesia, barangkali kita sudah lebih maju saat ini dan cara berfikir kita pasti lebih advanced. Kalau sejak abad ke-8 saja sudah bisa bikin Borobudur, membangun kota-kota seindah Bali, menguasai kawasan seluas Asia Tenggara harusnya pada abad ke-16 menara Eifel ada di Jawa, bukan di Paris.
Terkadang saya jadi bertanya, Islam sudah memberi apa sih kpd Indonesia? Kecuali terorisme, budaya jenggot, dan jilbab? Sementara meskipun hanya sisa-sisa, kita sampai sekarang masih bisa menikmati hasil warisan leluhur kita melalui industri pariwisata Borobudur & Bali. Ironisnya, Islam bukan saja telah merusak mental bangsa kita, bahkan telah beberapa kali berusaha menghancurkan warisan budaya asli kita.
Thn 85-an teroris muslim beberapa kali mengebom Borobudur dan belakangan ini mau menghancurkan Bali.
Saya sampai sekarang belum bisa melihat sisi baik apa yang sudah disumbangkan oleh orang Arab ? Kecuali duit2 recehan dari Saudi ke masjid-masjid yang pro Wahabi. Itu pun dampaknya lahir para pasukan jihadi yang siap menjadi relawan perang membela orang Arab yg berantem dengan sepupunya sendiri (Yahudi).
Justru, setelah bangsa kita digerogoti oleh virus Arab (mulai abad 14-15), akhirnya (pada abad ke-16) bangsa kecil seperti Belanda bisa menguasai kita. Demikianlah seterusnya sampai hari ini. Dengan kata lain, penyebaran virus budaya jahiliyah Arab (melalui Islam) telah merusak banyak tatanan sosial budaya lain yang tanpanya barangkali malah bisa lebih maju.
Jika salah satu kriteria bangsa yg maju/modern adalah bangsa yg telah memperkenalkan budaya-budaya unggul, maka seberapa majukah bangsamu hari ini? Ukurannya ada di organ bagian atasnya Muslim Melayu yang mereka tutupi dengan peci bau minyak pelet atau jilbab penutup ketombe.
Kaji Dullah

29 komentar:

agus_wto mengatakan...

Kalau anda menulis tentang Nabi Muhammad, sebaiknya anda harus lebih banyak lagi membaca tentang biografi beliau. Juga tentang Al Quran dan Islam. Yang saya tangkap tentang tulisan anda ini, anda sedikit sekali mengenal tentang Islam, Al Quran dan Nabi Muhammad. Ingat, yang membaca bukan hanya umat Buddha saja lho. Juga mengenai Islam merusak budaya asli Indonesia, memangnya budaya asli Indonesia adalah Buddha? Buddha itu juga berasal dari luar Indonesia. Kentara sekali anda membenci Islam. Kalau Islam tidak ada kontribusinya kepada Indonesia, apa kontribusi Buddha bagi Indonesia?
Saran saya, sebelum menulis tentang sesuatu apalagi yang anda kurang menguasai/memahami sebaiknya pelajari dulu agar tidak menjadi fitnah. Itulah yang diajarkan Islam kepada umatnya, meskipun banyak umat Islam yang tidak menjalankan ajaran Islam.

Ali Sasana Putra mengatakan...

Komentar Agus itu adalah islamisasi yang kaga mau kalah dan gak pernah mau di kritik!!! pasti ia penganut ajaran Islam... kalo emang bener gimnana ???

jensi mengatakan...

Indonesia Jaya
Pokoknya harus maju
entah Islam, Kristen, Budha, Hindu,...
yang penting Rakyatnya Maju, dan Kaya. gak jadi Babu di negeri Sendiri....... dan negara orang lain

mzen mengatakan...

Kalau direnungkan secara dalam kita bagian dari inti sel yang sama dari isi jagad raya maupun diluar jagad raya...intinya dari sabda yang (Maha Kuasa).Sesama ciptaan Yang Maha Kuasa saling menghargai dan mencintai...keseimbangan terjalin jelas lah sudah... Surga adanya..
Ngomong2..perbedaan jelas...ada bedanya.. jangan perbedaan menjadi suatu yang arogan (kesombongan )
buatlah..perbedaan itu mejadikan sesuatu yang saling melengkapi kalu hidup ini saling memberi dan saling menerima dengan dasar cinta abaikan perselisihan buatlah kerukunan saling mengisi... maka indahlah...hidup ini..
Salam Damai Yang Maha Kuasa Selau Beserta Kita....

l e a h mengatakan...

assalam
saya lagi tulis skripsi ttg suluk musawarat. pernah dgr gag?
suluk itu bahas tauhid ala walisongo.
mgkm saya boleh tanya2 lebih jauh ttg walisongo gitu

apktntaj mengatakan...

mohon maaf sebelumnya saya haturkan kepada pemilik blog dan para pendukungnya serta para pembaca, merdeka.
negara kita negara kesatuan berasakan pancasila yang dirancang sedemikan rupa oleh pendahulu kita dengan maksud dan tujuan agar rakyat indonesia yang tinggal di bumi nusantara ini dapat hidup berdampingan dan makmur tanpa ada chaos, walaupun ada sedikit gesekan saya rasa itu wajar karena manusia mempunyai nafsu dan pengertian yang berbeda beda. sebelumnya saya berterima kasih karena sejarah wali songo telah diceritakan secara gamblang, walaupun didalamnya banyak terdapat umpatan, cacian, dan makian terhadap beliau para penyebar islam, bahkan amat tega saudara ku yang terhormat menghina Nabi kami, tapi tak apalah karena emas walaupun dipendam didalam lumpur tetaplah emas, walaupun Nabi Muhammad dihinakan tetapi tetap Mulia bagi kami umat muslim.
PADA dasarnya kita semua tak tahu dan tidak menyangka akan menganut agama apa ? namun setelah terlahir kealam dunia maka baru mengerti bahwa si bayi menganut agama islam, budha , kristen, dll, karena dgn sebab mengikuti agama orangtua.
Sejarah tentang walisongo yang saudaraku ceritakan adalah hanya dari sudut pandang kitab yang saudaraku maksud saja tetapi tidak merujuk pada kitab kitab sejarah yang terdapat pada pihak umat islam, namun alangkah indahnya khasanah budaya negri kita yang kaya akan sejarah jangan di nodai dengan provokasi yang dapat memecah belah dan perpecahan.

apktntaj mengatakan...

mohon maaf sebelumnya saya haturkan kepada pemilik blog dan para pendukungnya serta para pembaca, merdeka.
negara kita negara kesatuan berasakan pancasila yang dirancang sedemikan rupa oleh pendahulu kita dengan maksud dan tujuan agar rakyat indonesia yang tinggal di bumi nusantara ini dapat hidup berdampingan dan makmur tanpa ada chaos, walaupun ada sedikit gesekan saya rasa itu wajar karena manusia mempunyai nafsu dan pengertian yang berbeda beda. sebelumnya saya berterima kasih karena sejarah wali songo telah diceritakan secara gamblang, walaupun didalamnya banyak terdapat umpatan, cacian, dan makian terhadap beliau para penyebar islam, bahkan amat tega saudara ku yang terhormat menghina Nabi kami, tapi tak apalah karena emas walaupun dipendam didalam lumpur tetaplah emas, walaupun Nabi Muhammad dihinakan tetapi tetap Mulia bagi kami umat muslim.
PADA dasarnya kita semua tak tahu dan tidak menyangka akan menganut agama apa ? namun setelah terlahir kealam dunia maka baru mengerti bahwa si bayi menganut agama islam, budha , kristen, dll, karena dgn sebab mengikuti agama orangtua.
Sejarah tentang walisongo yang saudaraku ceritakan adalah hanya dari sudut pandang kitab yang saudaraku maksud saja tetapi tidak merujuk pada kitab kitab sejarah yang terdapat pada pihak umat islam, namun alangkah indahnya khasanah budaya negri kita yang kaya akan sejarah jangan di nodai dengan provokasi yang dapat memecah belah dan perpecahan.

apktntaj mengatakan...

mohon maaf sebelumnya saya haturkan kepada pemilik blog dan para pendukungnya serta para pembaca, merdeka.
negara kita negara kesatuan berasakan pancasila yang dirancang sedemikan rupa oleh pendahulu kita dengan maksud dan tujuan agar rakyat indonesia yang tinggal di bumi nusantara ini dapat hidup berdampingan dan makmur tanpa ada chaos, walaupun ada sedikit gesekan saya rasa itu wajar karena manusia mempunyai nafsu dan pengertian yang berbeda beda. sebelumnya saya berterima kasih karena sejarah wali songo telah diceritakan secara gamblang, walaupun didalamnya banyak terdapat umpatan, cacian, dan makian terhadap beliau para penyebar islam, bahkan amat tega saudara ku yang terhormat menghina Nabi kami, tapi tak apalah karena emas walaupun dipendam didalam lumpur tetaplah emas, walaupun Nabi Muhammad dihinakan tetapi tetap Mulia bagi kami umat muslim.
PADA dasarnya kita semua tak tahu dan tidak menyangka akan menganut agama apa ? namun setelah terlahir kealam dunia maka baru mengerti bahwa si bayi menganut agama islam, budha , kristen, dll, karena dgn sebab mengikuti agama orangtua.
Sejarah tentang walisongo yang saudaraku ceritakan adalah hanya dari sudut pandang kitab yang saudaraku maksud saja tetapi tidak merujuk pada kitab kitab sejarah yang terdapat pada pihak umat islam, namun alangkah indahnya khasanah budaya negri kita yang kaya akan sejarah jangan di nodai dengan provokasi yang dapat memecah belah dan perpecahan.

apktntaj mengatakan...

mohon maaf sebelumnya saya haturkan kepada pemilik blog dan para pendukungnya serta para pembaca, merdeka.
negara kita negara kesatuan berasakan pancasila yang dirancang sedemikan rupa oleh pendahulu kita dengan maksud dan tujuan agar rakyat indonesia yang tinggal di bumi nusantara ini dapat hidup berdampingan dan makmur tanpa ada chaos, walaupun ada sedikit gesekan saya rasa itu wajar karena manusia mempunyai nafsu dan pengertian yang berbeda beda. sebelumnya saya berterima kasih karena sejarah wali songo telah diceritakan secara gamblang, walaupun didalamnya banyak terdapat umpatan, cacian, dan makian terhadap beliau para penyebar islam, bahkan amat tega saudara ku yang terhormat menghina Nabi kami, tapi tak apalah karena emas walaupun dipendam didalam lumpur tetaplah emas, walaupun Nabi Muhammad dihinakan tetapi tetap Mulia bagi kami umat muslim.
PADA dasarnya kita semua tak tahu dan tidak menyangka akan menganut agama apa ? namun setelah terlahir kealam dunia maka baru mengerti bahwa si bayi menganut agama islam, budha , kristen, dll, karena dgn sebab mengikuti agama orangtua.
Sejarah tentang walisongo yang saudaraku ceritakan adalah hanya dari sudut pandang kitab yang saudaraku maksud saja tetapi tidak merujuk pada kitab kitab sejarah yang terdapat pada pihak umat islam, namun alangkah indahnya khasanah budaya negri kita yang kaya akan sejarah jangan di nodai dengan provokasi yang dapat memecah belah dan perpecahan.

mylife mengatakan...

saya sangat menyukai tulisan anda,terlepas dari apapun tulisan ini menjadi referensi yg sangat menarik dan luar biasa. mungkin banyak org yg tdk suka dgn ini tapi dgn kepentingan yg berbeda tulisan ini sangat membantu utk menyibak sedikit misteri tentang tanah JAWA dan kejayaanya. sudah saatnya kita anak2 nusantara TAHU kebenaran bahwa sudah terlalu lama kita dibuai oleh tipuan dan mengadopsi budaya dari bangsa lain

entut mengatakan...

terimakasih matur nuwun!!,,,,,,saya jadi bisa belajar sejarahhhhh!!

prasetyo mengatakan...

penghinaan yang amat luar biasa,tunggulah ajab ALLOH SWT yang paling pedih akan datang kepada mu bagi dirimu yang menghina nabi ku dan para wali Alloh ku..

prasetyo mengatakan...

Asslmmlkm.wr.wb.. Saudaraku sebangsa dan setanah air indonesia, ketahuilah negara kita ini negara kesatuan,yang memiliki berbagai macam suku,budaya dan agama tapi tetap satu tujuan,jangan kau terpengaruh oleh hasutan yang tidak jelas mukadimah nya ini,jangan kau terpancing dengan celotehan nya yang tidak mendidik ini,karna itu hanya akan memecah belah tali persaudaraan kita antara umat beragama,Semua agama itu sama-sama mengajarkan untuk saling menghormati dan menghargai sesama umat beragama,hanya saja keyakinan yang berbeda,tapi jangan jadikan perbedaan itu satu alasan kita untuk saling bertentangan apalagi menjatuhkan,Semua orang memiliki keyakinan yang berbeda dan semua orang yakin bahwa agama yang dianut nya itulah yang paling benar,karna semua agama tidak ada yang mengajarkan keburukan atau sesuatu yang tidak benar,tapi kenapa cerita diatas ini benar2 tidak beradab seperti orang yang tidak pernah di didik ilmu keagamaan nya,cerita itu sudah melecehkan agama islam,siapapun kan marah bila agama nya dilecehkan oleh orang lain, oleh karna itu coba kita saring kembali cerita ini,dikaji,dicermati dan dipahami apa maksud dan tujuan cerita ini,jangan kita terpancing emosi oleh cerita si ORANG YANG TIDAK BERADAB ini,karna itu hanya akan menimbulkan perselisihan antar umat beragama,pegang teguh pendirian yakinkan hati dan jangan mudah terpropokasi.

prasetyo mengatakan...

Asslmmlkm.wr.wb.. Saudaraku sebangsa dan setanah air indonesia, ketahuilah negara kita ini negara kesatuan,yang memiliki berbagai macam suku,budaya dan agama tapi tetap satu tujuan,jangan kau terpengaruh oleh hasutan yang tidak jelas mukadimah nya ini,jangan kau terpancing dengan celotehan nya yang tidak mendidik ini,karna itu hanya akan memecah belah tali persaudaraan kita antara umat beragama,Semua agama itu sama-sama mengajarkan untuk saling menghormati dan menghargai sesama umat beragama,hanya saja keyakinan yang berbeda,tapi jangan jadikan perbedaan itu satu alasan kita untuk saling bertentangan apalagi menjatuhkan,Semua orang memiliki keyakinan yang berbeda dan semua orang yakin bahwa agama yang dianut nya itulah yang paling benar,karna semua agama tidak ada yang mengajarkan keburukan atau sesuatu yang tidak benar,tapi kenapa cerita diatas ini benar2 tidak beradab seperti orang yang tidak pernah di didik ilmu keagamaan nya,cerita itu sudah melecehkan agama islam,siapapun kan marah bila agama nya dilecehkan oleh orang lain, oleh karna itu coba kita saring kembali cerita ini,dikaji,dicermati dan dipahami apa maksud dan tujuan cerita ini,jangan kita terpancing emosi oleh cerita si ORANG YANG TIDAK BERADAB ini,karna itu hanya akan menimbulkan perselisihan antar umat beragama,pegang teguh pendirian yakinkan hati dan jangan mudah terpropokasi.

prasetyo mengatakan...

Asslmmlkm.wr.wb.. Saudaraku sebangsa dan setanah air indonesia, ketahuilah negara kita ini negara kesatuan,yang memiliki berbagai macam suku,budaya dan agama tapi tetap satu tujuan,jangan kau terpengaruh oleh hasutan yang tidak jelas mukadimah nya ini,jangan kau terpancing dengan celotehan nya yang tidak mendidik ini,karna itu hanya akan memecah belah tali persaudaraan kita antara umat beragama,Semua agama itu sama-sama mengajarkan untuk saling menghormati dan menghargai sesama umat beragama,hanya saja keyakinan yang berbeda,tapi jangan jadikan perbedaan itu satu alasan kita untuk saling bertentangan apalagi menjatuhkan,Semua orang memiliki keyakinan yang berbeda dan semua orang yakin bahwa agama yang dianut nya itulah yang paling benar,karna semua agama tidak ada yang mengajarkan keburukan atau sesuatu yang tidak benar,tapi kenapa cerita diatas ini benar2 tidak beradab seperti orang yang tidak pernah di didik ilmu keagamaan nya,cerita itu sudah melecehkan agama islam,siapapun kan marah bila agama nya dilecehkan oleh orang lain, oleh karna itu coba kita saring kembali cerita ini,dikaji,dicermati dan dipahami apa maksud dan tujuan cerita ini,jangan kita terpancing emosi oleh cerita si ORANG YANG TIDAK BERADAB ini,karna itu hanya akan menimbulkan perselisihan antar umat beragama,pegang teguh pendirian yakinkan hati dan jangan mudah terpropokasi.

prasetyo mengatakan...

Asslmmlkm.wr.wb.. Saudaraku sebangsa dan setanah air indonesia, ketahuilah negara kita ini negara kesatuan,yang memiliki berbagai macam suku,budaya dan agama tapi tetap satu tujuan,jangan kau terpengaruh oleh hasutan yang tidak jelas mukadimah nya ini,jangan kau terpancing dengan celotehan nya yang tidak mendidik ini,karna itu hanya akan memecah belah tali persaudaraan kita antara umat beragama,Semua agama itu sama-sama mengajarkan untuk saling menghormati dan menghargai sesama umat beragama,hanya saja keyakinan yang berbeda,tapi jangan jadikan perbedaan itu satu alasan kita untuk saling bertentangan apalagi menjatuhkan,Semua orang memiliki keyakinan yang berbeda dan semua orang yakin bahwa agama yang dianut nya itulah yang paling benar,karna semua agama tidak ada yang mengajarkan keburukan atau sesuatu yang tidak benar,tapi kenapa cerita diatas ini benar2 tidak beradab seperti orang yang tidak pernah di didik ilmu keagamaan nya,cerita itu sudah melecehkan agama islam,siapapun kan marah bila agama nya dilecehkan oleh orang lain, oleh karna itu coba kita saring kembali cerita ini,dikaji,dicermati dan dipahami apa maksud dan tujuan cerita ini,jangan kita terpancing emosi oleh cerita si ORANG YANG TIDAK BERADAB ini,karna itu hanya akan menimbulkan perselisihan antar umat beragama,pegang teguh pendirian yakinkan hati dan jangan mudah terpropokasi.

gentenggreencluster.blogspot.com mengatakan...

assalam.wr.wb. saya selaku org islam mengakui bahwa islamisasi jawa emang dmikian adanya, jika anda meragukan searc ramalan sabda palon nayo genggong, bandingkn dg kndisi skr, bgm??? soal perdebatan agama sepertinya tdk ada yg perlu di debatkn, krn ini mnyangkut hub kita dg tuhan. menurut kami arti "islam" adalah "selamat" karna itu siapa saja, agama, suku, ras dan golongan apapun yang selamat lahir dan batin, itu adalah islam. begitu juga para rasul Allah termasuk jg sidharta gautama bergelar juru selamat. jadi untuk apa kita saling mengejek dan membenci!! bukankah itu bentuk setan yang nyata???
jd menurut kami kesimpulanya adlah apapun agamanya? kita tetap org indonesia...!!! yg seharusnya menjunjung tinggi adat istiadat kita(Ir.Soekarno:" luhure bangsa dumunung budaya").
terima kasih dr Banyuwangi

Wong Fei Hung Muslimin mengatakan...

Sunankali Jaga sebagai Ahli Budaya :

Gelar tersebut tidak berlebihan karena beliaulah yang pertama kali menciptakan seni pakaian, seni suara, seni ukir, seni gamelan, wayang kulit, bedug di mesjid, Gerebeg Maulud, seni Tata Kota dan lain-lain.

a. Seni Pakaian :
Beliau yang pertama kali menciptakan baju taqwa. Baju taqwa ini pada akhirnya disempurnaka oleh Sultan Agung dengan dester nyamping dan keris serta rangkaian lainnya. Baju ini masih banyak di pakai oleh masyarakat Jawa, setidaknya pada upacara pengantin.
b. Seni Suara :
Sunan Kalijagalah yang pertama kali menciptakan tembang Dandang Gula dan Dandang Gula Semarangan.
c. Seni Ukir :
Beliau pencipta seni ukir bermotif dedaunan, bentuk gayor atau alat menggantungkan gamelan dan bentuk ornamentik lainnya yang sekarang dianggap seni ukir Nasional. Sebelum era Sunan Kalijaga kebanyakan seni ukir bermotifkan manusia dan binatang.

Wong Fei Hung Muslimin mengatakan...

d. Bedug atau Jidor di Mesjid :
Beliaulah yang pertama kali mempunyai ide menciptakan Bedug di masjid, yaitu memerintahkan muridnya yang bernama Sunan Bajat untuk membuat Bedug di masjid Semarang guna memanggil orang untuk pergi mengerjakan shalat jama’ah.
e. Gerebeg Maulud :
Ini adalah acara ritual yang diprakarsai Sunan Kalijaga, asalnya adalah tabliqh atau mengajian akbar yang diselenggarakan para wali di Masjid Demak untuk memperingati Maulud Nabi.
f. Gong Sekaten :
Adalah gong ciptaan Sunan Kalijaga yang nama aslinya adalah Gong Syahadatain yaitu dua kalimah Syahadat. Bila gong itu dipukul akan berbunyi bermakna : di sana di situ, mumpung masih hidup, berkumpullah untuk masuk agama Islam.
g. Pencipta Wayang Kulit :
Pada jaman sebelum Sunan Kalijaga, wayang bentuknya adalah sebagai berikut;
Adegan demi adegan wayang tersebut digambar pada sebuah kertas dengan gambar ujud manusia. Dan ini diharamkan oleh Sunan Giri.
Karena diharamkan oleh Sunan Giri, Suna Kalijaga membuat kreasi baru, bentuk wayang dirubah sedemikian rupa, dan digambar atau di ukir pada sebuah kulit kambing, satu lukisan adalah satu wayang, sedang di jaman sebelumnya satu lukisan adalah satu adegan. Gambar yang ditampilkan oleh Sunan Kalijaga tidak bisa disebut gambar manusia, mirip karikatur bercita rasa tinggi. Diseluruh dunia hanya di Jawa inilah ada bentuk wayang seperti yang kita lihat sekarang. Itulah ciptaan Sunan Kalijaga.

Wong Fei Hung Muslimin mengatakan...

h. Sebagai Dalang :
Bukan hanya pencipta wayang saja, Sunan Kalijaga juga pandai mendalang. Sesudah peresmian Masjid Demak dengan shalat Jum’ah, beliaulah yang mendalang bagi pagelaran wayang kulit yang diperuntukkan menghibur dan berdakwah kepada rakyat.

Lakon yang dibawakan seringkali ciptaannya sendiri, seperti ; Jimat Kalimasada, Dewi Ruci, Petruk Jadi Raja, Wahyu Widayat dan lain-lain.
Dalang dari kata “dalla” artinya menunjukkan jalan yang benar.
i. Ahli Tata Kota :
Baik di Jawa maupun Madura seni bangunan Tata Kota yang dimiliki biasanya selalu sama. Sebab Jawa dan Madura mayoritas penduduknya adalah Islam. Para penguasanya kebanyakan meniru cara Sunan Kalijaga dalam membangun Tata Kota.
Tehnik bangunan Kabupaten atau Kota Praja biasanya terdiri dari :

1. Istana atau Kabupaten
2. Alun-alun
3. Satu atau dua pohon beringin
4. Masjid
Letaknya juga sangat teratur, bukan sembarangan. Alun-alun ; berasal dari kata “Allaun” artinya banyak macam atau warna. Diucapkan dua kali “Allaun-allaun” yang maksudnya menunjukkan tempat bersama ratanya segenap rakyat dan penguasa di pusat kota.

Waringin : dari kata “Waraa’in artinya orang yang sangat berhati-hati. Orang-orang yang berkumpul di alun-alun itu sangat hati-hati memelihara dirinya dan menjaga segala hukum atau undang-undang, baik undang-undang negara atau undang-undang agama yang dilambangkan dengan dua pohon beringin yaitu Al-Qur’an dan hadits Nabi. Alun-alun biasanya berbentuk segi empat hal ini dimaksudkan agar dalam menjalankan ibadah seseorang itu harus berpedoman lengkap yaitu syariat, hadiqat dan tariqat dan ma’rifat. Jadi tidak dibenarkan hanya mempercayai yang hakikat saja tanpa mengamalkan syariat agama Islam.

Untuk itu disediakan Masjid sebagai pusat kegiatan ibadah.

Letak istana atau kantor kabupaten : letak istana atau pendapat kabupaten biasanya berhadapan dengan alun-alun dan pohon beringin. Letak istana atau kabupaten itu biasanya menghadap ke laut dan membelakangi gunung. Ini artinya para penguasa harus menjauhi kesombongan, sedang menghadap ke laut artinya penguasa itu hendaknya berhati pemurah dan pemaaf seperti luasnya laut. Sedang alun-alun dan pohon beringin yang berhadapan dengan istana atau kabupaten artinya penguasa harus selalu mengawasi jalannya undang-undang dan rakyatnya.

Wong Fei Hung Muslimin mengatakan...

Agama Islam masuk di bumi pertiwi ini dgn jalan damai...seni budaya tsb. diatas adalah bukti nyata dan sampai kini masih ada dan dilestarikan sebagai budaya warisan yg patut utk dilestarikan..... Wong nggak tau apa yg ada didalam pikiran penulis blog ini kok sampai memutarbalikkan sejarah ...... dan wong nggak tau agama apa yg masuk melalui penjajahan . semoga anda penulis blog ini mendapatkan hidayah dari Allah SWT. amiiiien.

harjo gogik (melintas batas jaman) mengatakan...

Saya melihat gaya bicara anda ini didasari nafsu, mengingatkan saya pada Triloka, saat pertengkaran antara manikmaya dengan ismaya..
Demi Allah saya Islam, tapi saya kagum dengan gede prama, karena tulisan dan bicaranya sarat akan religi tidak ada nafsu melainkan compassion (kasih sayang)

abangscratch mengatakan...

Salam Sejahtera...
sepengetahuan saya, di dunia ini hanya ada 2 jenis manusia, manusia yang baik dan manusia yang jahat, terlepas dari APAPUN AGAMA YANG DIA ANUT.... setelah saya membaca tulisan anda, saya tidak perduli agama apa yg anda anut tetapi yang saya bisa simpulkan adalah anda adalah ORANG YANG JAHAT, karena anda telah melecehkan agama orang lain....
salam....

abangscratch mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh penulis.
abangscratch mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh penulis.
eja alkhani mengatakan...

Iwan Mahmoed Al Fattah menyunting dokumen.
KENAPA KETURUNAN WALISONGO SELALU DIFITNAH NASAB DAN KARAKTERNYA?

KENAPA KETURUNANWALISONGO SELALU DIFITNAH NASAB DANKARAKTERNYA?



Fitnah kini banyak menimpa keturunan Walisongo & Azmatkhan. Entah kesalahan apa yang telah dilakukan oleh Keturunan Keluarga Besar Walisongo ini sehingga satu demi satu fitnah menimpa mereka, fitnah yang datang terus menerus itu seolah seperti air bahsaja, dari tahun ketahun tidak pernah berhenti, terutama ditujukan kepada mereka yang berjuang untuk dakwah Islamiah Walisongo baik itu untuk ilmu nasab,Ilmu silsilah, Sejarah, hukum Islam, Khliafah Islamiah, dll. Mereka yang berjuang demi menjaga nasab dan sejarah Walisongo, selalu dijadikan sasaran tembak oleh manusia-manusia yang berjiwa kerdil dan munafik.



Sejak dari masa Sayyid Bahruddin Azmatkhan yang berjuang bersama Mbah Kholil Bangkalan, sebenarnya fitnah itu sudah banyak, namun kedua ulama Azmatkhan ini mampu menahan fitnah itu dengan kesabaran yang tinggi,Sayyid Bahruddin Azmatkhan yang merupakan andalan Mbah Kholil dalam menjaga nasab-nasab keturunan Walisongo bahkancobaan hidupnya sangat luar biasa berat, fitnah-fitnah yang beliau hadapi bukansekali dua kali terjadi, namun berkali-kali, namun dengan kesabaran yang sangatluar biasa, hal itu tidak pernah beliau balas. Beliau tidak pernah marah,beliau justru lebih banyak tersenyum dan terus berkarya, semua fitnah yang beliauhadapi, dihadapi dengan tabah. Tidak heran beliau yang merupakan Ahli NasabSejati dari Azmatkhan tidak pernah mengajarkan dendam kepada anak cucunya.



Sikap sabar Sayyid BahrudddinAzmatkhan dalam menghadapi fitnah dan cobaan, ini adalah warisan ajarankeluarga besar Sunan Kudus dan Walisongo. Sunan Kudus dan Semua Walisongo danKeluarag Kesultanan Azmatkhan seperti Demak, Banten dan Cirebon itu memangsejak dari dulu selalu menjadi target untuk difitnah oleh manusia-manusiaMunafik. Namun Alhamdulilah….Keluarga besar Walisongo bukanlah tipe orang yangpendendam. Lihatlah tidak ada satupun fitnah-fitnah tersebut dihadapi denganfitnah-fitnah. Coba perhatikan blog-blog yang menjelek-jelekkan keluarga besarAzmatkhan, adakah balasannya? Adakah keluarga besar Walisongo juga membuatfitnah dengan membuat blog-blog tandingan yang isinya menghujat nasab dansejarah orang lain?



Terus terang secara pribadi sebenarnyasaya sangat kesal dan marah dengan orang-orang yang sering membuat grup-grupFacebook, Twitter, Blog-blog, wordpress, website-website yang banyak mendeskriditkankeluarga besar Azmatkhan. Sikap kesal dan marah saya adalah hal yang wajar,karena mereka yang membuat website itu tidak pernah mencantumkan dirinyasebagai penanggungjawab. Kalau mereka memang laki-laki seharusnya dirinyamuncul. Bandingkan dengan Website-website berupa blog atau grup-grup FB yangkami buat dengan jelas dan terus terang, itu menandakan jika kamibertanggungjawab. Saya pribadi sering mencantumkan jati diri saya secara jelasdisetiap blog atau grup yang saya buat. Kalau ada yang salah saya siap dikritikdan direvisi jika ada yang tidak sesuai, bahkan jika perlu jika memang ada yangsalah, saya siap untuk minta maaf. Sikap yang saya lakukan seperti ini, buat saya justru menandakan bahwasaya bukanlah manusia yang sempurna, kalau salah ya salah, kalau benar yabenar. Dan untuk urusan yang benarapalagi mengenai nasab, silsilah, sejarah dan kehormatan keluarga besar, makaInsya Allah saya tidak akan pernah mundur setapakpun. Kebenaran adalahkebenaran……Saya yakin Allah akan selalu menjaga orang-orang yang benar.


eja alkhani mengatakan...

Eja Alkhani (I.M.F) menyunting dokumen.

Orang-orang yang sering memfitnah keluarga besar Walisongo ini seringmemajang foto-foto keluarga besar Keturunan Azmatkhan, terutama mereka yangberjuang untuk nasab, silsilah, sejarah dari Walisongo (Azmatkhan) dengan mengatakan bahwa foto dan profil itunasabnya palsu. Apakah mereka itu itu tidak sadar jika perbuatan mereka itutelah menyakiti banyak orang? Atau mereka ini memang masuk golongan manusiamunafik? Berani mencantumkan profil orang lain tetapi tidak beranibertanggungjawab secara jantan.



Mereka sering mengatakan bahwanasab-nasab Keturunan Walisongo ini nasabnya palsu!.



Naudzubilah…….…berani sekalimereka berani berkata seperti itu..



Manusia-manusia golongan munafikini berani mengatakan jika nasab Walisongo yang sekarang ini palsu, bermasalah,dan mengarang-ngarang. Hanya karena oknum-oknum ini sering mengutif pendapatcatatan nasab dari kalangannya, sehingga catatan nasab milik keluarga Walisongotidak mereka akui, padahal catatan nasab Walisongo itu rapi dan tercatatdimasing-masing keluarga yang jumlahnyapuluhan ribu, lha memangnya kitab yang mereka pegang itu Al Qur’an dan Hadist???



Astagfirullah……..….. Masih adarupanya dinegara ini orang-orang yang merasa paling sempurna dalam ilmu nasab dan sejarah yang ada diNusantara ini, masih ada rupanya orang-orang yang merasa bahwa mereka lebihmulia nasabnya dari Walisongo yangnotabenenya sudah 600 tahun bercokol di negeri ini, Masih ada rupanya menganggap mudah bahwa nasab keturunanWalisongo salah……



Kesombongan Jahiliyah kembalimuncul……Kesombongan Nasab jadi patokan manusia-manusia munafik ini…..seolah-olahNasab mereka yang paling agung, padahal datuk-datuk mereka tidak pernahmengajarkan kesombongan nasab. Datuk-datuk mereka justru dahulunya banyak yangberakhlak mulia..



Ya Allah……… AL Faqir sangat malukepada Imam Ahmad Al Muhajir…… beliau yang pernah menanamkan Ahklak sejatiAhlul bait, kini telah banyak ditinggal…kini banyak yang melupakan ajaranbeliau…….



Kini kesombongan nasab selalu diagung-agungkan…beberapaperilaku etnis lebih ditonjolkan………..



eja alkhani mengatakan...



Eja Alkhani (I.M.F)

Oknum-oknum tersebut seringmenuduh nasab orang palsu, apalagi ini adalah Walisongo & Azmatkhan. Padahaldengan mereka menuduh nasab Keturunan Walisongo palsu, itu berarti nama-namadibawah ini haram nasabnya dinisbatkan kepada Walisongo (Azmatkhan);



1. SyekhJunaid AL Batawi Azmatkhan (Haramkah nasabnya????)

2. SyekhAhmad Khatib AL Minangkabawi Azmatkhan (HaramkanNasabnya????)

3. SyekhNawawi Banten Azmatkhan (Haramkah nasabnya???)

4. MbahKholil Bangkalan Azmatkhan (Haramkah Nasabnya???)

5. KHHasyim Asy’ary Azmatkhan (HaramkahNasabnya????)

6. KHMuhammad Dahlan Azmatkhan (Haramkah Nasabnya????)

7. SayyidBahruddin Azmatkhan (Haramkah Nasabnya????)

8. KH As’adSyamsul Arifin Azmatkhan (Haramkah Nasabnya???)

9. KyaiMarogan Azmatkhan (Haramkah nasabnya????

10. KHMas Mansur Azmatkhan (Surabaya, HaramkahNasabnya????)

11. GuruMarzuki Betawi (Haramkah Nasabnya????)

12. Guru MansurBetawi (Haramkah Nasabnya????)

13. Ulama-ulamaAzmatkhan dari Banten, Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Sumatra, dll. (Haramkahnasab mereka?????)



Dan ribuan nasab-nasab lain………….. APAKAH NASAB MEREKA HARAM??????????



Saya tidak bisa membayangkan,bagaimana dosa orang yang berani mendustakan nasab-nasab para ulama-ulama besartersebut.



Perlu anda ketahui, fitnah inisudah lama dan bertebaran di berbagai website, dan setelah mereka membuat,mereka tidak urus lagi website tersebut. Mereka membuat website memang niatnyajahat, sehingga ketika selesai dibuat, mereka tinggalkan dan tidak diurus (ataumungkin yang membuat anak kecil?. Akibatnya website tersebut sampai sekarangmasih ada dan tidak bisa lagi dihapus. Dari sekian banyak fitnah-fitnah yang bertebaran di website, mungkinanda harus tahu, diantaranya :



1. BERANTASALAWIYIN PALSU (Blog)

2. BERANTASALAWIYYIN GADUNGAN (Blog)

3. AWAS ALAWIYYIN PALSU (Blog)



GRUP-GRUP INI BANYAK MEMFITNAHKELUARGA BESAR AZMATKHAN!!! DAN PENGECUTNYA MEREKA INI, TIDAK ADA SATUPUN YANGBERANI MENCANTUMKAN SIAPA YANG MEMBUAT BLOG-BLOG TERSEBUT.



Terus terang, buat saya ketikaada orang berani menulis sesuatu tapi dia tidak berani bertanggungjawab dengantidak mencantumkan diri, maka orang ini tidak lebih seperti tikus got dan cecunguk saja. Orang-orang seperti inilah yang sering menghancurkan Islamdan Persatuan Bangsa Indonesia. Kerja mereka hanya memfitnah, hati mereka beku dan tidak jauh dari sifat-sifat dengki dan busuk.



ADA JUGA beberapa GRUP FACEBOOK YANG MENGATASNAMAKAN ALAWIYYIN DANDIBUAT OLEH MEREKA YANG MEMBENCI AZMATKHAN (Adminnya dari dulu memang sudah bencidengan Azmatkhan).



Fitnah-fitnah ini sangat dahsyatefeknya bagi keluarga besar keturunan Walisongo dan Azmatkhan. Iya kalau yang sudah tahu tentang siapa tokohdifitnah tersebut, namun bagaimana mereka yang belum tahu tokoh-tokoh tersebut?Mereka yang yang tidak tahu, akhirnya kan nanti bisa menyangka yangtidak-tidak., Kasihan mereka yang tidak tahu menahu, sehingga akhirnyaikut-ikut percaya dengan fitnah-fitnah yang ada diberbagai website itu.



Belum lagi bagaimana dengananak-anak & murid-murid mereka yangayahnya difitnah????

Kita harus tahu, Islam disinitidak akan memiliki wajah yang sekarang, jika 600 tahun yang lalu, keluargabesar Walisongo & Azmatkhan tidak datang ke Nusantara. Melalui Gerakan DakwahWalisongo, bumi Nusantara Islamnyamenjadi mayoritas. Dan Islam yang ada di Indonesia adalah Islam yang santun dantoleran yang berlandaskan Islam Ahlu Sunnah Wal Jama’ah.



Wajah Indonesia sejak masaWalisongo dipenuhi dengan Islam yang damai dan akhlak. Islamnya di Indonesia yang dibawa oleh Walisongo inimengambil ajaran Imam Ahmad Al Muhajir yang merupakan nenek moyangnya AlawiyyinNusantara. Walisongo berhasil meneruskan dakwah seperti yang pernah dilakukanoleh Imam Ahmad Al Muhajir.



Bersabarlah Keluarga BesarWalisongo…



Allah bersama kita……….

Iwan Jaya mengatakan...

Saya tertarik untuk menyatakan pendapat saya setelah membaca dgn seksama dan perasaan antusias serta berdebar-debar karena byk komentar yg memaparkan fakta2 baru bagi saya terlepas itu adalah komen yg pro atau kontra.
Awalnya saya menonton tv serial Mahabarata, sehingga menarik bagi saya untuk mencari tahu ceritanya di google, dan ternyata byk sekali saduran dari versi jawa yg bagi saya pribadi terlepas dari non hindu, saduran dari jawa sangat mengganggu benak saya. Dari yg awalnya hanya penasaran dgn kisah asli Mahabarata, menjadi rasa penasaran dan bertanya-tanya mengapa masyarakat jawa kuno musti "ditipu" dgn saduran yg menyimpang dan byk menyertai tokoh baru asli jawa.
Umpatan "wayang merusak kisah religius hindu" mengantarkan saya sampai blog ini.

Sbg keturunan tionghua dan beragama kristen, saya hanya mengutarakan perasaan bingung dan penasaran yg semakin mendalam akan "perilaku" yg saya anggap "penipuan" dan "penistaan" thd kitab suci hindu, apabila kisah seperti mahabarata maupun ramayana di sadur sedemikian byk sampai terkesan fiktif dan hanya seperti cerita biasa saja, tanpa menghargai nilai2 religius hindu di dalam kisah aslinya. Sesungguhnya mengapa cara seperti itu dipakai? Dan mengapa pula sampai abad sekarang, masih byk org yg tertipu dgn lakon2 yg palsu bahkan sampai mengimani sesuatu yg sudah jelas akal bulus dan tindakan tak terpujinya sbg dogma iman dan kepercayaan?

Saya tak bermaksud menuding Islam negative, hanya saja saya makin terbuka pikirannya utk menyadari betapa byk manusia yg mengatas namakan penyebar agama ataupun orang suci hanya demi kepentingan golongan semata, tanpa mengindahkan tata krama dan etika hati. sehingga tak heran krn aksi manusianyan membuat "pokok" nya yg suci jadi ternoda, termasuk orang2 dari agama lain dan agama saya sendiri.